Batik Jayakarta dirintis pada 29 September 2005 oleh Lili Santoso. Penamaan Jayakarta diambil “Djakarta”, yang merupakan merk usaha batik cap yang dibangun engkongnya, Shio Giok Thwee pada tahun 1960-an di Kebayoran Lama, Jakarta. Adapun Pusat distribusi ada di Jl. Pandanaran 24 Semarang.Batik Jayakarta dirintis pada 29 September 2005 oleh Lili Santoso. Penamaan Jayakarta diambil “Djakarta”, yang merupakan merk usaha batik cap yang dibangun engkongnya, Shio Giok Thwee pada tahun 1960-an di Kebayoran Lama, Jakarta. Adapun Pusat distribusi ada di Jl. Pandanaran 24 Semarang.

Batik Jayakarta dirintis pada 29 September 2005 oleh Lili Santoso. Penamaan Jayakarta diambil “Djakarta”, yang merupakan merk usaha batik cap yang dibangun engkongnya, Shio Giok Thwee pada tahun 1960-an di Kebayoran Lama, Jakarta. Adapun Pusat distribusi ada di Jl. Pandanaran 24 Semarang.Batik Jayakarta dirintis pada 29 September 2005 oleh Lili Santoso. Penamaan Jayakarta diambil “Djakarta”, yang merupakan merk usaha batik cap yang dibangun engkongnya, Shio Giok Thwee pada tahun 1960-an di Kebayoran Lama, Jakarta. Adapun Pusat distribusi ada di Jl. Pandanaran 24 Semarang.

Batik Jayakarta dirintis pada 29 September 2005 oleh Lili Santoso. Penamaan Jayakarta diambil “Djakarta”, yang merupakan merk usaha batik cap yang dibangun engkongnya, Shio Giok Thwee pada tahun 1960-an di Kebayoran Lama, Jakarta. Adapun Pusat distribusi ada di Jl. Pandanaran 24 Semarang.

Batik Jayakarta dirintis pada 29 September 2005 oleh Lili Santoso. Penamaan Jayakarta diambil “Djakarta”, yang merupakan merk usaha batik cap yang dibangun engkongnya, Shio Giok Thwee pada tahun 1960-an di Kebayoran Lama, Jakarta. Adapun Pusat distribusi ada di Jl. Pandanaran 24 Semarang.Batik Jayakarta dirintis pada 29 September 2005 oleh Lili Santoso. Penamaan Jayakarta diambil “Djakarta”, yang merupakan merk usaha batik cap yang dibangun engkongnya, Shio Giok Thwee pada tahun 1960-an di Kebayoran Lama, Jakarta. Adapun Pusat distribusi ada di Jl. Pandanaran 24 Semarang.